-->

Report Abuse

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

BAHASA TERBANYAK DI DUNIA BUKAN INDONESIA TAPI PAPUA NUGINI

Dapatkah Anda membayangkan negara yang hanya memiliki 7,6 juta jiwa penduduk merupakan salah satu negara dengan bahasa terbanyak di dunia? Negara dengan ibu kota Port Moresby ini memiliki lebih dari seribu suku yang tersebar di seluruh wilayahnya. Negara ini membedakan masing-masing suku melalui bahasanya. Setiap suku di Papua Nugini memiliki bahasa dan dialek yang berbeda. Oleh sebab itu, Papua Nugini menjadi rumah bagi sekitar 11% dari total bahasa di dunia, yaitu sekitar 850 bahasa. Hal ini menyebabkan Papua Nugini menjadi salah satu negara paling beragam secara linguistik di dunia. Mengapa Papua Nugini memiliki begitu banyak bahasa dan bagaimana penduduk setempat mengatasi keberagaman bahasa yang ada di sana?

Sumber gambar: Google
Kelompok bahasa tertua di Papua Nugini adalah “Papuan” Languages atau bahasa Papua. Bahasa tersebut pertama kali diperkenalkan oleh penduduk yang pertama kali bermukim di Papua sekitar 40.000 tahun yang lalu. Walaupun berada di bawah payung “Papua”, bahasa-bahasa ini tidak berasal dari satu akar bahasa yang sama dan tidak saling terkait. Hal ini berbeda dengan bahasa Austronesia Papua Nugini yang baru tiba sekitar 3.500 tahun lalu yang kemungkinan berasal dari Taiwan.
Pada tahun 1800-an, keadaan semakin rumit dengan kedatangan koloni berbahasa Inggris dan Jerman. Hal ini menyebabkan dalam proses komunikasi ada dua bahasa yang digunakan, yaitu bahasa Hiri Motu yang merupakan versi sederhana dari bahasa Motu (salah satu bahasa Austronesia) dan pijin (lingua franca Melanesia yang berasal dari bahasa Inggris dan bahasa Jerman). Pijin merupakan bahasa yang digunakan dalam kontak singkat, misalnya dalam perdagangan atau pertambangan yang orang-orangnya berlainan bahasa dan bahasa pijin yang digunakan bukan merupakan bahasa ibu penuturnya. Alhasil, setelah merdeka, Papua Nugini memiliki 3 bahasa resmi, yaitu bahasa Hiri Motu, bahasa Tok Pisin, dan bahasa Inggris. Bahasa Tok Pisin merupakan bahasa kreol, yaitu bahasa pijin yang sudah memiliki penutur asli karena digunakan secara turun menurun. Sementara itu, bahasa Inggris hanya dituturkan oleh sekitar 1—2 % penduduk Papua Nugini walaupun bahasa Inggris merupakan bahasa resmi.

Walaupun beberapa bahasa di Papua Nugini sudah punah dan beberapa di antaranya terancam punah, banyak bahasa-bahasa dari jumlah yang berkisar 850 bahasa tersebut bertahan berkat topografi Papua Nugini yang liar. Kondisi alam yang berupa pegunungan, hutan, dan rawa membuat penduduk desa terisolasi dan cenderung melestarikan bahasa mereka sendiri. Salah satu faktor lain dari keberagaman bahasa di Papua Nugini adalah waktu. Menurut William Foley, dibutuhkan waktu seribu tahun untuk sebuah bahasa terbelah menjadi dua. Dengan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 40.000 tahun, bahasa Papua memiliki waktu cukup banyak untuk berkembang dan mengalami perubahan secara alami.
BAHASA TERBANYAK DI DUNIA BUKAN INDONESIA TAPI PAPUA NUGINI

Post a Comment

Name

Email *

Message *