-->

Report Abuse

Contact Form

Name

Email *

Message *

Search This Blog

APAKAH EMOJI BISA MENGGANTIKAN BAHASA?

Rasanya emoji sudah melekat dengan budaya di abad ke-21 ini. Emoji berasal dari bahasa Jepang yang berarti karakter gambar atau emotikon. 


Pengguna Emoji di Dunia

Lebih dari 90% dari 3,2 miliar pengguna internet di seluruh dunia sudah terbiasa menggunakan emoji atau karakter gambar dalam berkirim pesan, baik melalui Facebook Messenger, DM Instagram, Whatsapp, Path, Snapchat, Line, dan aplikasi sosial media lainnya.

Sumber gambar : Google

Tanggapan Mengenai Emoji

Bagi sebagian pakar bahasa dan pengamat sosial, bentuk komunikasi emoji ini dianggap tidak terlalu penting untuk diperhatikan. Mereka beranggapan bahwa emoji hanyalah gerutuan anak remaja dan justru menunjukkan mereka buta huruf. Mereka juga menganggap emoji membuat kita menjadi kurang komunikatif atau kurang baik dalam proses komunikasi, bahkan terkesan seperti orang bodoh.

Tetapi ini juga menunjukkan bahwa para elit budaya yang ternyata kurang mendapatkan informasi. Selain itu, mereka nampaknya salah paham dengan cara kerja komunikasi dengan emoji ini.

Fungsi Emoji

Memang, emoji memang tidak cocok jika digunakan dalam teks tertulis seperti karya ilmiah. Tetapi keberadaan emoji diperlukan dalam komunikasi pesan singkat digital di kehidupan sehari-hari, misalnya untuk mengekspresikan lucu 😁, simpatik 🙁, mengejek 😝, dan berbagai ekspresi lainnya.

Satu hal yang harus diketahui bahwa emoji tidak akan bisa menggantikan bahasa. Emoji hanya mengisyaratkan tanda nonverbal. Hal ini cocok untuk komunikasi digital yang kita lakukan sehari-hari. Selain itu, emoji juga membantu melengkapi apa yang kita tulis dalam kata-kata.

Fungsi utama emoji bukan untuk menggantikan bahasa sebagai alat komunikasi, melainkan hanya sebagai isyarat perasaan atau emosional yang hilang dalam percakapan digital. Jika kita perhatikan, tanpa adanya emoji, teks yang kita kirim melalui media digital akan terasa membosankan, bahkan terasa sangat gersang. Dengan adanya emoji, hal ini membuat kita semakin komunikatif dalam berinteraksi. Selain itu, gambar kecil ini (emoji) membantu kita untuk mengekspresikan nada bicara dan bahasa tubuh.

Contoh Penggunaan Emoji

Perhatikanlah contoh berikut.
Hei, tadi saya kesandung dan kepala saya membentur lemari dapur.
Jika seseorang mengirim teks seperti di atas, ada dua kemungkinan jawaban, yaitu mereka akan menertawakannya (Kasihan deh lu!) atau mereka akan menunjukkan rasa simpatik mereka (Ya ampun. Tapi kamu ngga apa-apa kan?). Dengan penambahan emoji 😂 atau 🙁 , kita mampu menguraikan makna di balik kata-kata tersebut.

.....

Itulah fungsi emoji atau emotikon. Dalam dunia digital kita memerlukan emoji karena dengan emoji inilah kita semakin lebih komunikatif dan kreatif. Jadi, bahasa tetap menjadi alat komunikasi verbal maupun nonverbal, sedangkan emoji melengkapi isyarat perasaan atau emosional yang hilang ketika menjadi teks tertulis digital. Mungkin lain waktu saya akan membahas mengenai emoji yang digunakan secara ambigu. Kalian tentu pernah kan bingung mengartikan emoji yang dikirim dari teman? Tunggu artikel selanjutnya ya 😘😚😙😗

APAKAH EMOJI BISA MENGGANTIKAN BAHASA?

Post a Comment

Name

Email *

Message *